TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Maraknya tawuran akhir-akhir ini, baik tawuran mahasiswa, tawuran antar aparat, tawuran antar supporter sepakbola, membuat Bim-bim, drummer kelompok musik Slank kesal. Bim Bim justru menyalahkan sistem hukum yang lemah.
“Sebenernya dimana-mana yah, tawuran antar sekolah, pendukung sepakbola, mahasiswa, antar kampung. Balik lagi, hukum pembiaran yah,” katanya di Studio Rossi, Jalan Fatmawati No 30, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2012).
Bim-bim memberikan contoh kerusuhan di Ambon, Maluku. Kerusuhan itu seakan ada pembiaran. Para pelaku tawuran tidak ditangkap, justru didamaikan. Aparat hukum, menurut Bim-bim tidak berani menangkap pelaku kejahatan yang telah melakukan kerusuhan.
“Damai itu ibarat api dalam sekam. Diam-diam meledak lagi. Justru kekerasan itu di hukum, jadi istilahnya orang takut mukul orang, kalau orang mukul nanti melapor, waktu itu parah nih ditangkap polisi masuk penjara. Cuma karena udah ramai, pasti didiamkan. Kalau sudah bawa nama kelompok besar polisi diam saja,” tuturnya.
Sistem yang baik menurut Bim Bim akan menghasilkan masyarakat yang baik. Bim-bim menegaskan agar pemerintah dan DPR harus menciptakan sistem yang baik.
“Nggak ada orang baik didunia ini. Yang ada, sistemnya yang baik yang memaksa orang berbuat baik. Kalau sistemnya udah nggak baik nggak mungkin orang jadi baik. Mau mahasiswa, profesor, kalau sistemnya hancur ia akan tusuk-tusukkan juga,” katanya.
Bim-bim kembali memberikan contoh negara Amerika Serikat. Negara adidaya itu dikatagorikan negara maju. Jika tidak ada sistem yang baik di negara itu, katanya, akan banyak menimbulkan aksi anarkis dan kejahatan.
“Amerika katanya sistem hukum dan demokrasinya kuat, pernah suatu malam tahun 70-80 an, pembunuhan,pemerkosaan terjadi dimana-mana. Jadi, tidak ada orang baik. Yang ada adalah sistem yang memaksa orang jadi baik,” katanya.
Jika disebuah negara mengusung sistem hukum yang baik, kata Bim-bim, maka sedikit sekali tindak kejahatan yang terjadi di negara tersebut. Jadi bagi yang melanggar atau melakukan kejahatan wajib dihukum tanpa pandang bulu.
“Konsekuensi dari penerapan hukum sih sebenernya. Jadi kalau loe salah dihukum. Nggak ada istimewa jadi benar-benar di jalanin. Orang nggak mau macam-macam. Ah gua takut nipu dan mukul dia nanti gua dihukum gitu,” katanya.
Bim-bim menghimbau kepada rakyat Indonesia stop tawuran dan jangan bermusuhan melakukan tawuran sesama rakyat Indonesia. Bim Bim hanya memperbolehkan rakyat Indonesia memusuhi koruptor.
